Jogja – Dijual Segera Modem Broadband Vodafone E220


modem broadband huawei e220 usb
di Jual Cepet Modem Broadband Vodafone – Huawei tipe E220
Spesifikasi :
Mendukung HSDPA / UMTS / EDGE / GPRS / GSM
HSDPA packet data service with a maximum transmission rate of 7.2mbps
UMTS packet data service with a maximum transmission rate of 384kbps
EDGE packet data service with a maximum transmission rate of 236.8kbps
SMS service
Auto installation, convenient for use
Windows 2000 and Windows XP Operating system
Garansi toko 2 bulan (Maga Komputer – Jakal) per 13 februari 2009
Dijual krn di rumah (sleman) tidak ada sinyal 3g & hsdpa, sehingga koneksi sebatas untuk browsing, tdk bs download cepat. Dijual cepat karena masih bergaransi, barang kondisi bagus & stand by (tdk digunakan).
Harga toko (Maga Komputer) Rp 1.249.000 (tanpa Perdana Broom)
Harga dibuka 1,2 jt + Perdana Broom (Nego)
Berminat hubungi dhika di :
simpati 0813 281 792 44
atau
email ke bajaj.bulug.cash@gmail.com
[diutamakan yang berdomisili di Prov DIY]
Modul III : Konsep Jaringan dan TCP/IP
Praktikum Linux Plug 9, Jum’at 26 Oktober 2007
Membahas Modul III, Konsep Jaringan dan TCP/IP
A. Pengetahuan Umum :
Network atau Jaringan dalam bidang komputasi dapat diasumsikan dengan saling terhubungnya dua komputer atau lebih dengan media transmisi/komunikasi dan menggunakan aturan standardisasi yang berlaku sehingga komputer-komputer tersebut dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi.
Tujuan utama pembuatan suatu jaringan adalah agar suatu komputer dapat berkomunikasi dengan komputer lain. Namun dengan semakin majunya teknologi maka semakin beragam pula jenis OS, aplikasi dan lain sebagainya yang dimiliki oleh suatu komputer, sehingga untuk melakukan komunikasi tersebut menjadi “sedikit” mustahil. Hal ini dapat diasumsikan dengan banyak orang dari berbagai negara, dengan bahasa yang berbeda-beda namun memiliki kepentingan yang sama, sehingga solusi terbaik yakni menyamakan bahasa atau lebih tepatnya membuat standardisasi bahasa untuk berkomunikasi. Dalam dunia Jaringan Komputer, standardisasi komunikasi itu berupa TCP/IP yang merupakan singkatan dari Transmision Control Protocol / Internet Protocol
B. Pembahasan Praktikum : IP Addressing
Bagian 1 : Pengenalan IPv4 dan IPv6 serta IP Private & Public
Ada 2 jenis IP Address yang ada sekarang, yakni ip address versi 4 (IPv4) yang sejak dulu menjadi standar baku pengalamatan dan versi 6 (IPv6) yang merupakan calon pengganti versi terdahulu. Dibuatnya versi penerus disebabkan karena alokasi pengalamatan yang disediakan IPv4 sudah hampir habis, apabila seluruh alamat yang disediakan oleh IPv4 telah terpakai, maka jaringan diseluruh dunia bisa terganggu. Untuk itu, selagi menunggu selesainya proses “pematangan” IPv6, dibuatlah pembagian IP Private & IP Public.
Perbedaan IP Private & Public :
- IP Private hanya bersifat lokal & tidak bisa digunakan untuk mengakses internet & penggunaannya bebas.
- IP Public bersifat worlwide, bisa digunakan untuk mengakses internet namun penggunaan atau konfigurasinya tidak bebas (ada yang mengatur).
Perbedaan IPv4 & IPv6 :
- IPv4 = 2 [pangkat] 5 = 32 bit, dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing berisi 8 bit & hanya berisi bilangan biner.
- IPv6 = 2 [pangkat] 7 = 128 bit, dibagi menjadi X kelompok masing-masing berisi X bit & berisi bilangan hexadesimal.
Pertanyaan Praktikum 1
[tanya] Apa itu bit ?
[jawab] Binary Digit, terdiri dari 2 bilangan, yakni angka 0 dan 1.
Pengalamatan IPv4 yakni dengan membagi 32 bit menjadi 4 kelompok, sehingga tiap kelompok berisi 8 bit
nilai desimal IP minimal = 0 (0000 0000) & maksimal = 255 (1111 1111)
Jumlah IP maksimal adalah 256 host, dengan range IP = 0 – 255
note: kenapa hanya 0 – 255, karena perhitungan dimulai dari angka 0
Bagian 2 : Pembahasan IPv4
IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A – E, namun yang hanya digunakan adalah kelas A, B & C karena kelas D & E digunakan untuk keperluan khusus.
Cara mudah membedakan kelas A, B & C :
1. Kelas A –> kelompok pertama dimulai dari 0000 0000 (0) –> range IP 0 – 127 dan memiliki host maksimum sebanyak 16.777.214
2. Kelas B –> kelompok pertama dimulai dari 1000 0000 (128) –> range IP 128 – 191 dan memiliki host maksimum sebanyak 65.534
3. Kelas C –> kelompok pertama dimulai dari 1100 0000 (192) –> range IP 192 – 223 dan memiliki host maksimum sebanyak 254
note: IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara, Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203
Tiap kelas memiliki 1 slot yang berfungsi sebagai IP Private :
1. Kelas A –> IP 10.x.x.x
2. Kelas B –> IP 172.16.x.x sampai 172.30.x.x
3. Kelas C –> IP 192.168.x.x
IP 127.0.0.1 juga tidak boleh digunakan sebagai IP Public karena berfungsi untuk Local Loop atau Local Host
Lembaga yang mengatur / menyediakan IP Public adalah IANA, singkatan dari Internet Authorized Numbering Association
Bagian 3 : Pembahasan Network ID & Host ID
Network ID atau NID menunjukkankan alamat dari jaringannya.
Host ID atau HID menunjukkan jumlah dari host yang ada.
Keduanya tidak dapat dipisahkan, jika diasumsikan dengan kehidupan sehari-hari, NID merupakan nama jalan & HID merupakan No Rumah.
Cara cepat mengetahui NID & HID suatu alamat IP :
1. Jika IP Kelas A –> Lihat nilai kelompok pertama
2. Jika IP Kelas B –> Lihat nilai kelompok pertama & kedua
3. Jika IP Kelas C –> Lihat nilai kelompok pertama, kedua & ketiga
note: HID merupakan “sisa” NID
contoh :
[soal 1]
IP Addr 10.11.200.17
[jawab]
- IP merupakan kelompok kelas A
- NID merupakan nilai kelompok alamat pertama, yaitu 10.0.0.0
- HID 11.200.17
[soal 2]
IP Addr 156.20.14.70
[jawab]
- IP merupakan kelompok kelas B
- NID merupakan nilai kelompok alamat pertama & kedua, yaitu 156.20.0.0
- HID 14.70
Pertanyaan Praktikum 2
[soal] IP 202.95.158.19 –> Kelas C dengan NID = 202.95.0.0 dan HID = 158.19
[tanya] apa soal tersebut benar?
[jawab 1] Benar, jika ada parameter Netmask = 255.255.0.0
[jawab 2] Salah, seharusnya NID = 202.95.158.0 dan HID = 19
Pertanyaan Praktikum 3
[tanya] berapa range HID IP Addr 192.168.1.0?
[jawab] range 192.168.1.1 sampai 192.168.1.255
Bagian 4 : Pembahasan Subnet Mask dan Broadcast
Range IP yakni dari 0 sampai 255 = 256 buah, tapi yang dapat digunakan sebagai host hanya 254 buah, ini karena IP terkecil digunakan sebagai alamat Network dan IP terbesar digunakan sebagai alamat Broadcast.
Broadcast dapat diasumsikan sebagai alamat universal yang digunakan dalam suatu lingkungan tertentu untuk dapat saling berkomunikasi
Sedangkan Subnet Mask atau dapat juga disebut dengan Net Mask digunakan untuk membuat suatu jaringan menajadi lebih tertata.
Secara default Netmask yang ada :
1. Kelas A –> 255.0.0.0
2. Kelas B –> 255.255.0.0
3. Kelas C –> 255.255.255.0
note: netmask dapat juga diartikan sebagai penanda jaringan
Subnet juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah host suatu jaringan, contohnya jika IP Address = 192.168.1.0 yang merupakan IP Kelas C, memiliki Subnet Mask 255.255.255.0, maka IP Address ini memiliki range IP sebanyak 254 host yang artinya jaringan ini dapat menampung 254 komputer yang saling terhubung. Jika kita menginginkan jaringan yang hanya mampu menampung host secara terbatas, maka kita harus memodifikasi Subnet Mask IP tersebut. Caranya yakni dengan mengubah nilai kelompok ke-4 Subnet Mask.
Berikut data Host Subnet Mask :
- 0000 0000 = 0 = 256-0 = 256 IP = 254 Host
- 1000 0000 = 128 = 256-128 = 128 IP = 126 Host
- 1100 0000 = 192 = 256-192 = 64 IP = 62 Host
- 1110 0000 = 224 = 256-224 = 32 IP = 30 Host
- 1111 0000 = 240 = 256-240 = 16 IP = 14 Host
- 1111 1000 = 248 = 256-248 = 8 IP = 6 Host
- 1111 1100 = 252 = 256-252 = 4 IP = 2 Host
- 1111 1110 = 254 = 256-254 = 2 IP = 0 Host
- 1111 1111 = 255 = 256-255 = 1 IP = -1 Host
Kelompok angka 254 & 255 tidak valid karena hanya memiliki 0 dan -1 host
Berdasarkan data diatas, maka Jika IP 192.168.1.0 hanya ingin berhubungan dengan 1 komputer saja, maka Subnet Mask yang harus digunakan yakni 255.255.255.252
C. LATIHAN
No 1. Soal : IP 192.168.11.0 ; Subnet 255.255.255.0 dibagi menjadi 4
Tanya : Berapa Host masing-masing Jaringan & Netmasknya ?
Jawab :
- Range IP Host = 192.168.11.1 sampai 192.168.11.62 dengan NID = 192.168.11.0 & Broadcast = 192.168.11.63
- Range IP Host = 192.168.11.65 sampai 192.168.11.126 dengan NID = 192.168.11.64 & Broadcast = 192.168.11.127
- Range IP Host = 192.168.11.129 sampai 192.168.11.190 dengan NID = 192.168.11.128 & Broadcast = 192.168.11.191
- Range IP Host = 192.168.11.193 sampai 192.168.11.254 dengan NID = 192.168.11.192 & Broadcast = 192.168.11.255
Subnet Mask = 255.255.255.192
No 2. Berapa range untuk IP 172.16.14.0 dengan Net Mask 255.255.255.224
Modul II : Command Line dan Administrasi Sistem
Praktikum Linux Plug 9, Jum’at 28 September 2007
Membahas Modul II, Command Line dan Administrasi Sistem
A. Pengetahuan Umum :
Linux memiliki 2 mode untuk menjalankan aplikasi, yaitu :
1. Terminal Mode, pada mode ini anda akan bekerja pada Shell, contohnya adalah pada Terminal, untuk bekerja pada Shell murni, cukup dengan menekan Ctrl+Alt+F1 (Ctrl+Alt+F7 untuk kembali ke Graphical mode).
2. Graphical Mode, pada mode ini anda akan bekerja pada tampilan layaknya windows dengan mode grafis dan tertata pada panel menu. Pada praktikum linux, mode yang sering digunakan adalah Terminal Mode, sehingga anda akan dituntut untuk mengenal beberapa command yang ada.
Di mode ini, secara umum terdapat 2 jenis user (pengguna), yakni :
1. Super User (Root), user ini memiliki simbol #, user ini tidak memiliki keterbatasan dan memiliki hak akses penuh terhadap sistem.
2. Ordinary User (User Biasa), user ini memiliki simbol $, user ini memiliki keterbatasan dan hak terhadap system.
Standar penamaan pada Shell yakni :
Pada komputer kampus penamaannya adalah :
secara umum dapat diartikan sebagai berikut :
- login sebagai user student
- dengan hostname student_ifupnyk
- merupakan user biasa ($)
B. Pembahasan Praktikum : Perintah Dasar
Struktur dasar perintah linux adalah :
Perintah[spasi]Parameter[spasi]Objek
1. cd (change directory)
merupakan perintah untuk berpindah direktorisintaks umum :
cd[spasi]parameter[spasi]nama_direktori
Contoh penggunaan :
a. Berpindah ke direktori diatas direktori kita berada
student@student_ifupnyk:~$ cd ..
b. Berpindah ke direktori tertentu
- student@student_ifupnyk:~$ cd /home
pindah ke dir home
- student@student_ifupnyk:~$ cd /home/student
pindah ke dir student yang berada pada dir home
2. cat
merupakan perintah untuk menampilkan isi file (biasanya non binary)sintaks umum :cat[spasi]parameter[spasi]nama_direktoriContoh penggunaan :a. Menampilkan isi file passwd pada direktori etcstudent@student_ifupnyk:~$ cat /etc/passwd
3. pwd
merupakan perintah untuk memeriksa keberadaan / posisi user sedang berada pada direktori aktif apaContoh penggunaan :a. Menampilkan dir aktif (sekarang berada di /home/student)student@student_ifupnyk:~$ pwdakan muncul /home/student
4. ls (list)
merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktorisintaks umum :ls[spasi]-parameterParameter yang digunakan :- a (all)menampilkan seluruh file dalam direktori termasuk hidden file- R (rekursi)menampilkan seluruh isi dir (termasuk dir yang berada dalam dir)- l (long)menampilkan file beserta info file tersebut dalam bentuk long listContoh penggunaan :a. Menampilkan isi direktori aktif ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ ls -lb. Menampilkan isi direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ ls /homemenampilkan file dir home dengan format long list- student@student_ifupnyk:~$ ls -l /home/studentmenampilkan file dir student yang berada pada dir home dengan format long list
5. mkdir (make directory)
merupakan perintah untuk membuat direktori baru (kosong)Contoh penggunaan :a. Membuat direktori kosong ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ mkdir cobab. Membuat direktori kosong pada direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ mkdir /home/cobamembuat dir coba pada dir home- student@student_ifupnyk:~$ mkdir /home/student/cobamembuat dir coba pada dir student yang berada pada dir home
6. rmdir (remove directory)
merupakan perintah untuk menghapus direktori kosongContoh penggunaan :a. Menghapus direktori kosong ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ rmdir cobab. Menghapus direktori kosong pada direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ rmdir /home/cobamenghapus dir coba pada dir home- student@student_ifupnyk:~$ rmdir /home/student/cobamenghapus dir coba pada dir student yang berada pada dir home
7. touch
merupakan perintah untuk membuat file baru yang bernilai 0 Bytesintaks umum :touch[spasi]nama_fileContoh penggunaan :a. Membuat file ditempat user beradastudent@student_ifupnyk:~$ touch file123.txtb. Membuat file pada direktori tertentu- student@student_ifupnyk:~$ touch /home/file123.txtmembuat file123.txt pada dir home- student@student_ifupnyk:~$ touch /home/student/ file123.txtmembuat file123.txt pada dir student yang berada pada dir home
8. mv (move)
merupakan perintah untuk memindahkan file antar direktori maupun mengganti nama filesintaks umum :mv[spasi]-parameter[spasi]nama_file_dan_dir[spasi]letak_dir_baruParameter yang digunakan :- ftidak ada warning untuk overwrite data- iada warning untuk overwrite data- vmenampilkan seluruh info selama proses pindah dataContoh penggunaan :a. Memindahkan file dari direktori aktif ke direktori tertentustudent@student_ifupnyk:~$ mv file123.txt /etc/file123.txtb. Memindahkan file dari direktori tertentu ke direktori tertentu pulastudent@student_ifupnyk:~$ mv /home/file123.txt /etc/file123.txtc. Me-rename file direktori aktifstudent@student_ifupnyk:~$ mv file123.txt file.txtd. Me-rename file direktori tertentustudent@student_ifupnyk:~$ mv /etc/file123.txt /etc/file.txt
9. cp (copy)
merupakan perintah untuk mengkopi filesintaks umum :
cp[spasi]-parameter[spasi]nama_file_dan_dir[spasi]letak_dir_baru
Parameter yang digunakan :
- f — tidak ada warning untuk overwrite data
- i — ada warning untuk overwrite data
- v — menampilkan seluruh info selama proses pindah data
Contoh penggunaan :
<span> a. Mengkopi file dari direktori aktif ke direktori tertentu
student@student_ifupnyk:~$ cp file123.txt /etc
b. Mengkopi file dari direktori tertentu ke direktori tertentu pula
student@student_ifupnyk:~$ cp /home/file123.txt /etc
10. chown (change owner)
merupakan perintah untuk mengubah hak kepemilikan user terhadap suatu file
Option yang digunakan :
- R (pengulangan), mengubah hak kepemilikan seluruh file dalam direktori
- v (verbose mode), menampilkan status dari seluruh aksi perintah chown
- c, menampilkan status file yag dapat diubah
Contoh penggunaan :
a. Mengubah kepemilikan file123.txt menjadi milik mhsiswa
student@student_ifupnyk:~$ chown mhsiswa /etc/file123.txt
b. Mengubah kepemilikan seluruh file dengan ekstensi doc
student@student_ifupnyk:~$ chown –Rc student. student_
ifupnyk *.doc
11. chgrp (change group)
merupakan perintah untuk mengubah hak kepemilikan group terhadap suatu file
Contoh penggunaan :
a. Mengubah kepemilikan file123.txt menjadi milik mahasiswa
student@student_ifupnyk:~$ chgrp
mahasiswa /etc/file123.txt
12. chmod
merupakan perintah untuk merubah hak akses suatu file atau direktori
hak akses terdiri atas 3 command, yaitu :
1. r (read) — hak untuk melihat atau membaca file tersebut
2. w (write) — hak untuk membuat baru, memodifikasi atau menghapus file
3. x (execution) — hak untuk mengeksekusi dan menjalankan file tersebut
hak kepemilikan terbagi 3, yaitu :
1. u (user)
2. g (group)
3. o (other)
format lengkap (long list) suatu file dapat diketahui dengan perintah ls –l
salah satu contoh file adalah :
|-|rw-|r—-|r—-|1|student|student|0|2007-09-28|12:25|file.txt
1a 1b 1c 1d 2 3 4 5 6 7 8
Format diatas dapat di jabarkan menjadi 8 bagian, yakni :
1. keterangan hak akses
1.a keterangan dir, link atau file
- - = file
- d = dir
- l = link / shortcut
- s = milik sistem
1.b hak akses untuk owner atau user
1.c hak akses untuk group
1.d hak akses untuk other (bukan user / group anggota)
2. - jika 1a bernilai - maka angka 1 artinya merupakan sebuah file
- jika 1a bernilai d maka angka 2 artinya direktori tersebut memiliki 2 file
- jika 1a bernilai s maka angka 1 artinya merupakan sebuah system dan memiliki
sebuah file
3. owner, merupakan nama pembuat atau pemilik file
4. group, merupakan nama group pemilik file
5. – jika 0 Byte, biasanya merupakan sebuah file
– jika 4096 Byte (4KB), biasanya merupakan sebuah direktori
6. tanggal terakhir file dimodifikasi atau tanggal file dibuat
7. waktu terakhir file dimodifikasi atau waktu file dibuat
8. nama file chmod dapat digunakan dengan 2 cara, yakni :
1. Metode HurufMetode ini menggunakan tanda + atau –
untuk merubah hak akses (rwx) pada user, group atau other (ugo)
Contoh penggunaan :
a. Mengubah rw- r—- r-— menjadi rwx r—x r-x pada file.txt yang berada
pada direktori aktif
student@student_ifupnyk:~$ chmod +x file.txt
b. Mengubah rwx r—x r-x menjadi rwx rwx rwx pada file.txt yang berada
pada direktori etc
student@student_ifupnyk:~$ chmod go+w /etc/file.txt
2. Metode AngkaMetode ini merubah nilai rwx menjadi angka, rinciannya :
- r = angka 4
- w = angka 2
- x = angka 1
contoh penggunaannya :
- rwx = 4+2+1 = 7
- rw = 4+2 = 6
- wx = 2+1 = 3
untuk hak kepemilikan, memiliki format ugo sebagai berikut :
- user = angka diletakkan dengan format ratusan
- group = angka diletakkan dengan format puluhan
- other = angka diletakkan dengan format satuan
contoh penggunaannya :
- u(rwx) g(rwx) o(rwx) = 777
- u(rw) o(r) = 604
Contoh penggunaan chmod :
a. Mengubah rw- r—- r-— menjadi rwx r—x r-x pada file.txt yang berada
pada direktori aktif
student@student_ifupnyk:~$ chmod 755 file.txt
b. Mengubah rwx r—x r-x <font face=”Times New Roman”>menjadi rwx rwx rwx pada file.txt yang berada
pada direktori etc
student@student_ifupnyk:~$ chmod 777 /etc/file.txt
C. LATIHAN
No 1. Ada 2 macam path, yaitu :
1. Relatif Path, yakni tergantung pada direktori aktif mana user berada
Contoh : perintah ls, akan menampilkan file-file yang berada pada direktori aktif user
2. Absolute Path, yakni sesuai dengan direktori tujuan
Contoh : perintah ls /etc, akan menampilkan file-file yang berada pada direktori etc
No 2. Hak akses user dengan metode angka
1. 324 = -wx –w- r–
2. 741 = rwx r– –x
3. 440 = r– r– —
4. 534 = r-x –wx r–
Leave a Comment